Berikut kisahnya.
INNALILLAHI WAINNAILAIHI ROJIUUN,
satu lagi pahlawan kesehatan meninggal dunia dalam tugasnya di pedalaman kalimantan, BIDAN ANIK SETYA INDAH..
Bidan anik sedang hamil 8 bulan, rencana cuti awal desember untuk melahirkan. Hari kamis kemarin ada panggilan persalinan kerumah pasien dua sekaligus, daerah menuju lokasi pasien jauh dan medan sulit. Sempat dilarang sama suami karena kondisi juga lagi hamil besar, tapi Indah menolak dan tetap saja berangkat. Akhirnya seharian berhasil melahirkan dua pasien dg selamat.
Setibanya dirumah INDAH sakit perut yang amat sangat, oleh suami mau dibawa ke RS Pontianak tapi jarak membutuhkan waktu 4 jam, akhirnya terpaksa masuk ke RS kabupaten yang ada. Setelah di USG ternyata bayi dalam kandungan tak tertolong. INDAH sempat bilang ke suami, tidak apa-apa belum rejeki kita punya anak.
Beberapa menit kemudian terjadi kontraksi perut yang amat sangat dan INDAH meminta untuk dilakukan operasi seksio caesaria. Akhirnya dilakukan operasi, tapi ternyata ditemukan placenta sudah lepas (solutio plasenta), akibatnya terjadi perdarahan hebat sampai shock. Teman suami sudah di datangkan semua untuk menyumbangkan darah karena persediaan darahnya kosong, tapi naas, bag. darah tidak tersedia akhirnya mencari di PMI lain yang jaraknya jauh.
Belum sempat darah datang, INDAH semakin jelek kondisinya sampai akhirnya dilakukan resusitasi jantung namun nyawa INDAH tidak tertolong lagi dan meninggal dunia jumat kemarin. Semoga amal ibadah BIDAN INDAH diterima, khusnul khotimah, aamiin... doa teman-teman buat teman kita.. Bidan ANIK SETYA INDAH asli semarang.
Sumber: Facebook Erta Priadi Wirawijaya
Semoga keluarga yang ditinggalkan juga diberi kebahagiaan. Amin.
Baca: Namanya EDI PRIYANTO, Demi Menuntut Ilmu Dia Tak Lelah Mengayuh Kursi Roda Sejauh 6 Km
Baca Juga :
Loading...
loading...

Post a Comment